Program Literasi
  1. Program “15 Menit Membaca Senyap” (Wajib Setiap Hari) Setiap hari Senin–Jumat pukul 07.00–07.15 WITA, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan wajib membaca buku non-pelajaran (cerita anak, komik edukatif, majalah, atau buku bergambar) dalam suasana tenang. Buku boleh dibawa sendiri atau dipinjam dari sudut baca kelas. 
  2. Pojok Baca Kelas dan Mading Literasi Setiap kelas wajib memiliki pojok baca yang nyaman (minimal 15 buku) dan 1 mading literasi yang diganti setiap 3 bulan. Mading berisi karya siswa (puisi, cerita pendek, resensi buku, gambar cerita, atau kutipan favorit). 
  3. Lomba Literasi setiap akhir semester diadakan lomba bergilir sederhana:
  • Semester 1 : Lomba Baca Puisi atau Mendongeng
  • Semester 2  : Lomba Menulis Cerita Pendek atau Gambar Cerita

Pemenang mendapatkan piagam dan buku baru (dibiayai BOS/donasi).

  1. Diskusi Buku “Cerita Kita” Setiap Jumat minggu ke-2 dan ke-4, kelas 4–6 mengadakan diskusi buku selama 20–30 menit (dipandu wali kelas atau guru piket). Satu buku cerita dibaca bersama selama 2 minggu sebelumnya, kemudian siswa berbagi pendapat dan membuat ringkasan sederhana. 

Kunjungan Perpustakaan Sekolah (Rutin Mingguan) Setiap kelas dijadwalkan berkunjung ke perpustakaan sekolah minimal 1 kali dalam seminggu (jadwal tetap). Siswa boleh meminjam 1–2 buku untuk dibaca di rumah atau di pojok baca kelas

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait